Antusias PC dan Teknologi
www.obengware.com

Vantec LapCool 2 LPC-301 Notebook Cooler

 

Spesification Vantec LPC-301 Notebook Cooler :

Vantec LPC-301 Notebook Cooler LPC-301
LPC-301 300 x 262 x 20 mm
Current 5V
Power 2.5 Watt
Fan size 70 x 70 x 10.5 mm
Fan speed 1800-2600 R.P.M.
Weight Ball Bearing
  650.0 g
Package Notebook Cooler
50cm USB Cable
Detail Vantec LPC-301 Notebook Cooler

Berbicara notebook cooler sebenarnya tidak diperlukan. Notebook sudah memiliki fitur untuk mendinginkan diri sendiri. SIstem ini dikenal dengan teknologi stepping speed processor, atau beberapa notebook memiliki software khusus untuk menurunkan kecepatan processor. Tetapi pada perkembangan teknologi notebook sudah semakin beragam, dari kecepatan processor yang semakin tinggi, ditambah beberapa disain dengan tambahan internal VGA atau tipe low end notebook tetapi mengunakan processor mobile yang lebih murah.

Untuk processor sudah menjadi standard sebuah notebook bahwa processor yang digunakan berbeda dengan processor dekstop. Processor mobile lebih tahan panas, lebih rendah power. Misalnya processor mobile Intel mampu bekerja sampai batas 100 deg.C. Mungkin disisi processor tidak menjadi masalah pada sebuah notebook, hanya panas dari procesor inilah yang menyebabkan sebuah notebook menjadi panas..

  Feature
  16 Jan 05
 

2 Fan 70mm
Direct power via USB port
Adjustable fan speed
Only 2.5 Watt power consumption

Kita coba lihat bagaimana panas terjadi pada sebuah notebook. Bagian paling panas umumnya adalah processor, sistem pendingin pada processor dibagi 2 cara. Pertama dengan cooler heatsink yang dibuat mini dan ditanamkan pada bagian dalam notebook. Fan pada jenis notebook hanya bekerja misalnya ketika panas mencapai 50 deg.C. Sensor akan mengaktifkan fan untuk menurunkan processor sampai titik balik misalnya kembali ke 50 deg C, dan fan akan mati untuk menghemat baterai notebook. Bagian kedua adalah teknologi dari processor itu sendiri, dimana kecepatan processor dapat dibagi bagi antara sleep, idle atau load. Setup ini umumnya diatur dari software sebuah notebook

Tetapi ketika processor dalam keadaan penuh bekerja, misalnya Celeron 2Ghz sebagai contoh. Maka panas akan mencapai 70 deg.C, dan panas ini merambat dari sisi processor ke seluruh sirkuit board. Dan dampaknya akan menambah panas pada bagian lain seperti chip-set dan memory. Sisi lain yang tidak banyak terkena dampak panas pada processor adalah perangkat Harddisk, Optical drive dan Baterai. Umumnya bagian bagian ini tidak akan memiliki suhu diatas bagian lainnya.

Lalu bagaimana mendinginkan notebook agar tetap terjaga sehingga tidak terjadi overheating atau sebuah notebook dapat bekerja lebih lama dengan suhu lebih rendah. Melihat dari struktur notebook sangat sulit menempatkan pendingin tambahan. Selain bentuknya yang kecil dan sudah padat komponen, ruang sempit didalam notebook malah membuat suhu panas processor cepat sekali menyebar dan memberikan panas ke bagian lainnya.

Berbicara Vantec LPC-301 adalah sebuah perangkat cooler notebook yang mengandalkan fan untuk difungsikan sebagai pendingin pada body luar sebuah notebook. Metode kerja Vantec LPC-301 memberikan udara dibagian bawah notebook agar tetap dingin. Cara ini diupayakan untuk membantu pendinginan body notebook, atau membuat udara lebih dingin disekitar notebook sehingga notebook dapat bekerja pada suhu lebih rendah.

Vantec sendiri memproduksi 3 model. LPC201 dan LPC305 adalah cooler notebook dengan external power. Sedangkan LPC301 mengunakan power dari USB port notebook.

Tipe
LPC305
LPC301
LPC201
Fan Speed
Adjustable
Adjustable
Adjustable
Power
External
via USB port
External
Power Fan
2A
0.5A
2A
Feature
4 Port USB 2.0 Hub
-
Built-in High Speed USB 2.0 Hubs
Weight
650.0g
650.0g
560.0g

 

Pada gambar bawah adalah bentuk dari Vantec LPC-301. Dengan 2 buah 70mm fan berkecepatan maksimum 2600RPM diharapkan mampu mengurangi panas pada sebuah notebook

Vantec LPC-301 - Top body

Untuk memberikan ruang pada bagian dasar notebook dengan memberikan aliran udara dibagian bawah, maka ditempatkan 4 buah kaki untuk menempatkan notebook diatas Vantec LPC-301. Kaki dengan bagian atas dengan karet ini dapat dibuka tutup, dan notebook akan tertahan oleh karet sehingga tidak mudah bergerak.

Foot for notebook

 

Kesisi bawah dari Vantec LPC-301. Untuk bagian bawah hanya ditempatkan 2 kaki untuk memberi kesempatan fan mengambil udara untuk diarahkan ke bagian atas.

Vantec LPC-301 - Bottom body

 

 

Karena rendahnya power pada USB dengan 5V, maka cara yang efektif hanyalah memperbesar fan atau mengunakan fan dengan disain khusus. Vantec LPC-301 memilih pemasangan 2 fan 70mm, tetapi pada sirip atau fin dibentuk sedemikian rupa sehingga tiupan udara cukup besar.

Vantec LPC-301 - Turbo fin fan

Agar memudahkan pemakaian dari Vantec LPC-301. Pada bagian bawah diberikan 2 tempat penyimpan peralatan notebook. Pada gambar bawah dimana terdapat 2 ruang kecil nantinya bisa digunakan sebagai tempat penyimpan kabel power atau peralatan kecil lainnya.

 

Dimana sumber power dari Cable Vantec LPC-301, alat ini mengunakan sumber power dari USB port dengan kebutuhan power 5V . Untuk menghubungkan power USB ke Vantec LPC-301 notebook cooler, cukup menghubungkan cable power yang tersedia dari notebook ke jack power Vantec LPC-301.

Pada Vantec LPC-301, juga disediakan pengatur kecepatan fan dengan menurun atau menaikan voltage fan. Selain itu fan power juga dapat dimatikan, dan Vantec LPC-301 menyediakan tombol on dan off pada sisi belakang notebook cooler. Pada posisi full speed fan, masih akan timbul suara akibat putaran fan dan alat ini tidak bebas dari suara fan walaupun mengunakan fan dengan power 5V.

Dibawah ini adalah cara pemasangan cable power dari notebook ke Vantec LPC-301. Serta tampak samping dari pemasangan Vantec LPC-301 pada sebuah notebook (gambar bawah).

Power cable via USB port

 

Untuk menguji kemampuan Vantec LPC-301, kami mengunakan sebuah notebook Toshiba 1130 dengan Intel chip-set 825 dan processor Celeron Mobile 2GHz socket 478. Untuk pengujian pada chip-set dibagi menjadi 2, pertama pemeriksaan temperature pada chip-set dengan aplikasi dan test kedua dengan mengaktifkan Integrated Graphic processor (IGP) untuk display graphic 3D mengunakan software 3Dmark 01.

Posisi yang diperiksa meliputi 3 bagian : Processor, Memory dan Chip-set

 
Test cooling with Vantec LPC-301

Test Bed :

Hardware : Toshiba Satellite 1130
  • Processor : Celeron Mobile 2GHz, Full speed
  • Memory : Samsung 1GB SODIMM PC2100
  • Sensor temp :Digital Thermometer
  • Aplication: MP3, PCmark CPU, Prime, 3Dmark 01
  • Duration test : 5 hours
  • Ambient temp 28.5 Deg.C
  • Power : External Adaptor

 

 

 
Result

Vantec LPC-301 dinilai cukup sebagai pendingin notebook. Untuk processor hanya mungkin dilakukan oleh cooler heatsink processor sendiri dan Vantec LPC-301 hanya sedikit membantu menekan suhu pada bagian tersebut. Tetapi pada komponen lain seperti memory dan chip-set dan lainnya akan terbantu dengan pemakaian Vantec notebook cooler. Pada bagian chip-set dapat turun 3 deg.C kecuali ketika pemakaian 3D dimana chip-set harus bekerja penuh. Dan yang paling baik terlihat pada bagian memory yang dapat terjaga dengan selisih suhu 5 deg.C lebih dingin.

Walaupun Vantec LPC-301 hanya mampu menekan sedikit panas pada sebuah notebook. Tetapi cara ini mungkin salah satu yang paling efektif agar notebook tidak terjadi overheating. Khususnya untuk notebook Low End yang tidak memiliki sistem speedstep, notebook high speed processor dan jenis notebook dengan VPU external sehingga memberikan konstribusi panas lebih besar. Dan cara mendinginkan bagian bawah sebuah notebook diharapkan panas dari dalam notebook dapat diredam untuk bekerja pada suhu lebih rendah dibandingkan tanpa cooler dari Vantec LPC-301

 

Maintenance temperature notebook before overheating

www.vantecusa.com