|
World in Conflict memberikan tampilan yang baru untuk game RTS.
Tampilan game ini berbeda dibanding game RTS lain dimana detail
gambar cukup menjadi prioritas. Gambar 3D grafik yang sangat bagus,
khususnya efel dari serangan pasukan pendukung sangat menarik.
Sementara gambar dari peluru, ledakan dan kontrol pasukan begitu
sempurna disajikan. Permainan tidak difokus pada base camp, tetapi
pasukan bergerak dengan logistik berpindah. Menekan pasukan posisi
musuh dengan roket artileri begitu indah terlihat, bukan saja
jarak jangkau senjata tetapi efek peluncuran roket dapat dilihat
melintas di layar yang memukau.
World in Conflict adalah permainan strategi untuk memukul mundur,
dimana pemain harus mempertahankan posisi yang direbut. Kekurangan
World in Conflict adalah kurangnya variasi dari pasukan. Masalah
mode yang terbatas hanya dimainkan untuk multiplier saja, sedangkan
mode skirmish dengan single player ditiadakan pada game ini. Untuk
nilai keseluruhan, game World in Conflict boleh dijadikan koleksi,
selain seru untuk dimainkan. Seluruh jalan cerita mencapai 14
skenario, dipastikan tidak akan bosan memainkan game ini.
Untuk hardware, menjadi prioritas pada VGA.Gambar cukup baik
dengan ATI 19xx dan 86xx dengan kualitas sedang. Tampilan prima
dengan 8800 dan 2900 untuk high detail, dan dual core procesor.
Sedangkan memory sebenarnya cukup dengan 1GB, tetapi paling optimal
mengunakan 2GB pada resolusi tinggi. Bila ingin menikmati game
World in Conflict , ada baiknya menampilkan gambar pada detail
paling tinggi / high detai. Karena beberapa efek tidak akan terlihat
jelas bila mengunakan low atau medium detail
|
|

Test : Gigabyte GA-X38-DQ6 Core 2 Duo E6600 @ 3Ghz, Corsair CMX2X1024-9136C5D,
Corsair Nautilus 500, Sapphire Radeon HD 2900XT, Corsair HX620,
Samsung SyncMaster 710n, Hitachi Deskstar 7K250, Gigabyte GO-1616C
|