| Antusias PC dan Teknologi |
www.obengware.com
|
|
|
|
|
|
|
Gigabyte GA-X38-DQ6 DDR2
Untuk test benchmark Gigabyte GA-X38-DQ6, setting memory hanya dibatasi dengan kecepatan DDR 700-1000Mhz . Tujuanya agar dapat mempertahankan kinerja memory pada latency 4-4-4-15. Dan penambahan overvoltage sesuai ketentuan dari standar memory Corsair XMS2-9136 dilakukan untuk menjaga kinerja memory tetap pada setting latency rendah. Test untuk E6600 dengan overclock 3.3Ghz mengunakan FSB 366Mhz. Sedangkan Quad Core QX6850 dengan overclock 3.5Ghz mengunakan FSB 390Mhz. Seluruh setting BIOS untuk voltage procesor dan lainnya dilakukan secara AUTO. Posisi procesor pada speed standar dan overclock dengan Gigabyte GA-X38-DQ6 tetap bekerja normal. Peningkatkan setting pada BIOS hanya mengatur penambahan voltage VDIMM memory serta setting manual untuk penurunan latency memory agar lebih agresif bekerja. Pada test Sisosft Sandra dan PCmark 05, kecepatan procesor baik Integer (Int)dan Floating Point Unit (FPU) serta multimedia antara E6600 dengan QX6850 memang berbeda jauh. Karena kemampuan kedua procesor berbeda, dimana QX6850 memiliki 2 core lebih banyak dibanding E6600
Pada hasil score Memory bandwidth Sisoft Sandra. Kecepatan memory menjadi agresif dan dengan angka 6600MB/s untuk E6600@ 3.3Ghz. Walaupun memory hanya bekerja pada kecepatan 439Mhz atau 878Mhz DDR, tidak menutup kebutuhan memory pada procesor sehingga bandwidth menghasilkan kecepatan diatass 6.5Gb/s Peningkatan bandwidth tertinggi lebih terlihat untuk QX6850 dengan speed 3.5Ghz. Karena peak memory mencapai diatas 7000MB/s dengan speed memory 468Mhz atau 936Mhz DDR2.
Kecepatan encoding file format DivX ke DVD terlihat kontras. E6600 dengan kecepatan 3.3Ghz harus dapat selesai menkonversi file dalam waktu 459 detik. Tetapi dikalahkan oleh standar kecepatan Quad Core QX6850. Test untuk TMPGenc 4 sudah memiliki fitur multi thread.
|
|