|
Windows Data Recovery
Anda mungkin pernah mengalami hal hal
dibawah ini :
- Mendelete file penting secara tidak sengaja.
- Anda memiliki banyak nama letter drive dan secara
tidak sengaja menghilangkan data dengan melakukan format pada
sebuah drive letter bahkan menghapus partisi harddisk dan data
anda hilang
- Atau anda lebih suka memasang seluruh harddisk
baru dan yang sudah usang didalam sebuah computer. Biar kelihatan
memiliki computer canggih dengan banyak harddisk.
- Virus melakukan penghapusan data termasuk data
penting.
- Harddisk anda mengalami mulfunction, hal ini dapat
terjadi bila storage didalam media sudah terlalu penuh dan harddisk
mengalami crash.
Kita bahas kasus kasus paling konyol
dilakukan pemakai computer

Mendelete file secara tidak sengaja:
Ada kata pepatah sepandai pandainya tupai melompat, suatu ketika
pasti akan jatuh. Mereka yang biasa biasa saja mengunakan computer,
sangat jarang melakukan kesalahan ini. Karena lebih memilih berhati
hati menempatkan file pada harddisk dan menjauhkan tombol Delete.
Tetapi kasus ini malah terjadi ketika seseorang yang sangat mahir
mengunakan computer. Terkadang malah mematikan peringatan pada
sistem Windows karena dianggap menganggu. Komentarnya, kenapa
harus diberikan warning jika ingin mendelete file atau directory,
inikan sebuah pekerjaan rutin. Biasanya pemakai computer yang
sudah ahli melakukan setup Windows dengan mematikan hal hal yang
dianggap tidak perlu. Suatu ketika, ternyata file yang penting
didalam sebuah directory terhapus secara tidak sengaja tanpa tanda
peringatan awal
Memformat harddisk secara tidak sengaja
: Kasus ini sebenarnya jarang terjadi bagi mereka yang menyusun
data penting pada sebuah harddisk. Mereka yang sudah berpengalaman
akan menempatkan sebuah data pada sebuah harddisk dengan drive
letter tertentu. Misalnya menempatkan data penting pada harddisk
pertama atau kedua. Ketika melakukan format, maka didalam hati
sudah tertanam kebiasaan untuk memeriksa kembali dan memastikan
drive letter yang akan diformat bukanlah drive letter atau harddisk
yang berisikan data penting. Kesalahan ini sering terjadi karena
turunnya konsentrasi seseorang ketika melihat nama drive letter
serta partisi pada sebuah computer yang hendak dihapus atau diganti
. Atau paling umum dan konyol adalah cursor mouse tergeser ke
partisi yang tidak ingin diformat. Tidak percaya, nyatanya banyak
kejadian seperti ini terjadi dengan memformat drive letter yang
salah. Maklum sistem seperti Windows XP sangat memudahkan melakukan
format harddisk
Menghilangkan partisi secara tidak
sengaja : Pada sistem Windows XP sangat memudahkan seseorang
melakukan format atau membuat partisi. Sedangkan untuk sistem
Windows 98, partisi harus dibuat dengan sistem DOS. Sayangnya,
hal yang mendasar untuk membuat partisi pada sistem Windows XP
terkadang kurang dipahami. Dan secara tidak sengaja anda melakukan
penghapusan pada partisi harddisk yang berisikan data penting.
Sedangkan sistem Windows 98, kejadian partisi hilang karena pemakai
computer lupa memindahkan option pilihan harddisk. Terlebih bila
mengunakan 2 harddisk dengan kapasitas dan pembagian yang sama
paling sering terjadi.
Menempatkan data pada harddisk usang
: Memiliki 3-4 harddisk didalam sebuah computer mungkin kelihatan
keren. Ada kebiasaan buruk bagi pemakai computer untuk tetap memanfaatkan
harddisk usang. Tetapi kita harus mengetahui bahwa harddisk memiliki
jangka pemakaian. Menempatkan data yang penting pada harddisk
usang bukanlah hal bijaksana. Lebih baik melakukan backup atau
setidaknya menempatkan data pada 2 harddisk berbeda untuk melakukan
duplikat. Nyatanya banyak yang tidak memperhatikan umur dari pemakaian
harddisk. Ketika harddisk tua mulai berulah seperti terjadi kerusakana
fisik seperti bad sector atau harddisk mendadak tidak dapat di
access barulah disadari masih ada data penting yang tertinggal
didalam.
Bagi pemula sebaiknya mengenal arti Fisik
Drive, Partisi dan Drive/Logical drive letter :

Dibawah ini dasar sederhana untuk mengenal
sebuah drive storage
Fisik drive: Diartikan adalah
bentuk storage. Bentuknya umum adalah harddisk, bentuk lainnya
dapat berupa Flash drive, CD/DVD-ROM dengan media CD/DVD atau
floppy drive dan lainnya. Fisik drive adalah bentuk fisik sebuah
drive media penyimpan. Didalam drive nantinya dibagi menjadi beberapa
partisi untuk membentuk nama drive atau dikenal sebagai drive
letter
Partisi atau Partition : Diartikan
pembagian sebuah storage untuk membagi atau memotong kapasitas
sebuah media penyimpan atau storage menjadi bagian yang lebih
kecil sesuai kebutuhan. Pembagian storage atau space atau isi
kapasitas harddisk dapat diartikan sebagai partisi. Misalnya harddisk
100 GB dapat dipecah menjadi 2 dengan pembagian 50GB dan 50GB.
Tetapi ada ketentuan pada susunan partisi khususnya harddisk.
Pembagian ditentukan dengan Primary dan Extended partisi.
Harddisk pertama pada computer atau
harddisk yang berisikan sistem booting akan diberikan nama Primary
Partition atau partisi utama. Didalam Primary partisi hanya memiliki
1 drive letter, yaitu drive C.
Harddisk pertama dapat dibagi dan diberikan
nama Extended Partition. Sebagai contoh anda memiliki harddisk
250GB dan membagi 2 partisi 20GB Primary dan 230GB Secondary.
Maka 20GB pertama akan menjadi drive C. Sedangkan 230GB dapat
dibagi lagi dengan beberapa nama drive letter yang anda butuhkan
termasuk kapasitas dari masing masing drive letter. Proses pembagian
Extended Partition diakhir dengan pemberian Logical drive. Misalnya
anda membagi partisi Extended menjadi 5 drive letter (D-E-F-G-H)
lagi dengan masing masing kapasitas 50GB, drive letter pertama
memiliki letter D dan kedua menjadi drive E dan seterusnya.
Bila anda memiliki 2 harddisk, harddisk
pertama harus memiliki ketentuan seperti diatas dan minimal memiliki
primary partition. Sedangkan Extended Partition hanya diperlukan
bila anda perlu membagi harddisk pertama, kedua dan seterusnya
menjadikan beberapa drive letter lain. Bila tidak, maka harddisk
pertama akan tetap berisikan Primary Partition dengan 1 drive
letter saja yaitu C. Drive C dengan Primary Partition akan berisikan
sistem boot pada sebuah sistem operasi.
Untuk harddisk kedua dapat dibagi tanpa
Primary Partition dan dapat bagi langsung dengan Extented Partition.
Cara pembagian sama seperti membagi kapasitas dari cara harddisk
pertama tetapi untuk membentuk Extended Partition harus memiliki
harddisk pertama dengan isi Primary Partition. Harddisk kedua
dan seterusnya tidak memerlukan Primary Partition bila anda tidak
memerlukan harddisk kedua dan seterusnya juga dapat melakukan
boot pada sebuah computer.
Pada gambar dibawah ini adalah gambaran
dari struktur pembagian sebuah storage dengan bentuk media harddisk.
Sebagai contoh fisik harddisk yang digunakan adalah berkapasitas
250GB :
Primary Partition, Drive C, berisikan
20GB (19.53GB)
Extended Partition, Drive D - E - F
dan seterusnya dibagi berdasarkan kebutuhan.

Melakukan recover data didalam harddisk
(storage)

Sebelum hanya perusahaan software membuat
software recovery harddisk. Kehilangan data dari sebuah harddisk
adalah sebuah mimpi buruk
Tetapi sekarang ini adalah beberapa
software yang mampu melakukan pengembalian data pada sebuah harddisk.
Bila anda secara tidak sengaja menghilangkan data anda, contohnya
partisi pada harddisk, logical drive yang terhapus atau harddisk
secara tidak sengaja terhapus masih dapat menyelamatkan data dengan
software. Untuk awalnya persiapkan langkah langkah seperti dibawah
ini bila anda mengalami kehilangan data
- Cara yang terbaik adalah mengunakan 2 harddisk.
Harddisk yang mengalami kerusakan, atau hilang data digunakan
sebagai harddisk kedua. Sedangkan harddisk pertama digunakan
sebagai sistem recovery dan melakukan backup data yang hilang.
- Bila anda memiliki 1 buah harddisk berisikan boot
sistem dengan 1 partisi dengan Primary Partition. Langkah terbaik
untuk tidak mengunakan harddisk tersebut untuk melakukan recover.
Gunakan harddisk lain untuk melakukan recover dengan menginstal
software recovery data. Upaya ini untuk mencegah data anda terhapus
secara permanen.
- Bila anda memiliki beberapa drive letter misalnya
C,D,E. Anda dapat mengunakan harddisk untuk melakukan recovery
data. Dengan catatan tidak menginstall kegiatan penulisan pada
drive letter yang berisi data penting dan telah terhapus secara
tidak sengaja. Sebagai contoh, Data anda berada
didalam drive letter E. Maka anda tidak boleh mengunakan Drive
letter E untuk menginstall program apapun. Program recovery
data dapat ditempatkan pada drive letter lain misalnya di D
dan C.
- Bila secara tidak sengaja anda
menghapus partisi harddisk anda. Anda tidak boleh mengunakan
harddisk tersebut untuk melakukan install software apapun. Gunakan
harddisk lain untuk mencari data anda didalam harddisk yang
terhapus.
- Sekalipun harddisk anda telah kehilangan informasi
atau harddisk anda mulai mengalami gangguan seperti bad sector.
Sistem recovery data dapat melakukan pengembalian data anda.
Asalkan harddisk masih dapat dikenal oleh harddisk pembantu
untuk melakukan recovery
- Software recovery data hanya melakukan pengembalian
data anda yang terhapus secara tidak sengaja. Tetapi tidak untuk
mengembalikan bentuk partisi anda seperti semula.
Undelete file / mengembalikan file terhapus

Undelete
file atau mengembalikan file yang terhapus tidak terlalu sulit.
Banyak software utiliti dengan menambahkan fitur undelete file.
Misalnya Tune-Up
menyertakan fitur untuk mencari file atau directory yang
terhapus pada sebuah drive letter. Atau Recover4All
dengan kemampuan khusus untuk melakukan pencarian file
yang terdelete. Software utility tersebut dapat mencari nama file
yang telah terhapus, dan memilih apakah kondisi file yang terhapus
masih baik atau utuh. Software undelete file membutuhkan input
dari pemakai untuk mengembalikan nama file aslinya. Karena pada
sistem WIndows, file yang dihapus akan dihapus karakter paling
depan. Misalnya file anggaran.xls masih dapat ditemukan dengan
nama ?nggaran.xls. Dan karakter awal harus dimasukan secara manual.
Mengembalikan data pada Partisi atau
drive letter yang terhapus

Kami mencoba 2 buah software handal
untuk melakukan recovery data. Kedua software dibawah ini mampu
mengambil data dari sebuah storage yang telah hilang sampai tingkat
logical drive atau drive letter maupun informasi pada partisi.
Artinya, sebuah harddisk yang sudah dianggap tidak memiliki partisi
(blank) ternyata masih dapat dicari sisa data dari file yang ada
didalam harddisk.
Kemampuan kedua program dibawah ini
adalah :
- Mendukung FAT16, FAT32, VFAT, NTFS
- Recover file yang terhapus termasuk folder
- Mengembalian file yang hilang dari terhapusnya
partisi bahkan yang terformat dengan sistem cepat / QUICK.
- Mengembalikan data dari storage yang tidak dapat
di access lagi atau terjadinya corruption file dengan pencarian
sector
- Mendukung multi disk format seperti IDE sampai
SCSI
- Bekerja pada Sistem Windows 95 - XP dan 2003 untuk
Stellar
Stellar
Phoenix FAT & NTFS - Windows Data Recovery Software

GetDataBack
for NTFS or FAT

Kedua software tersebut mampu mengambil
data baik partisi dan drive letter yang telah anda hapus. Bahkan
software recovery data akan mencoba mencari data anda walaupun
harddisk atau storage media mengalami cacat fisik misalnya bad
sector.
Result

Kehilangan data baik terhapus secara
tidak sengaja pada drive letter, directory dan partisi storage
bukan sebuah mimpi buruk lagi. Dengan software Recovery Data,
maka data anda masih dapat dikembalikan walaupun terdapat resiko
tidak seluruhnya dapat diamankan. Bila anda mengalami kejadian
ini, secepatnya anda mematikan computer dan melepaskan harddisk
anda untuk melakukan recovery. Dan tidak disarankan melakukan
recovery data pada harddisk yang sama kecuali anda mengenal betul
apa yang anda lakukan. Mengenal cara kerja harddisk, dan media
storage seperti jenis partisi, drive letter sangat disarankan
agar mencegah kerusakan lebih dalam.
|