Arkua 868S-7G
Feature
:
- Disain
dengan grill blade.
- Bahan
dasar dengan copper/Tembaga dan pendingin dengan aluminium
blade. Inti copper menembus sampai setengah badan heatsink
- Kemampuan
fan 4.500RPM dengan ukuran 70mm
- Penyambungan
body Heatsink aluminium dengan tengah copper dibuat permanen.
- Pemasangan
fan kurang dari 15 detik
- Tipe
suara medium noise
- Jack
internal fan 3 wire ball baring
- Ukuran
body fan dinilai medium dan fit pada P4 378
|
Arkua 868S-7G untuk Socket 478
|
| Dimensi |
97x95x55mm |
| Berat |
372 gram |
|
Heatsink
|
| Dimensi |
83x71x36mm |
| Material |
AL6063-T5 |
| Core |
copper Tembaga |
|
Fan
|
| Brand |
Innovative |
| Dimensi |
70x70x15mm |
| Sistem Bearing |
Ball Bearing |
| Power |
12 Volt / 0.28A |
| Speed |
4.500 RPM +/- 10% |
| Noise |
39 dB |
| Air Press |
36.3 CFM |
Arkua
dari www.arkua.com.tw dengan HSF socket 378 untuk P4. Juga
mengunakan bahan Aluminium AL6063-T5 dan bahan heatsink membedakan
dari heatsink dengan aluminium biasa. Pada bentuk blade atau
sirip pendingin dibuat keluar dan mengarah ke segala sudut.
Disain ini bertujuan untuk memaksimalkan tekanan udara pada
sirip pendingin untuk menurunkan temperature pada bidang media
tembaga ditengah heatsink.
Arkua
868S-7G

Setelah
membuka heatsink dan melepas bagian demi bagian, tampak dalam
dari Arkua 868S-7G dengan disain ruang kosong ditengah heatsink.
Pada bagian dibawah fan terlihat tonjolan penekan dari stainless
steel. Tekanan pada tuas heatsink akan menekan satu titik
yang menekan body heatsink kebawah. Tujuannya, untuk membuat
tekanan merata pada titik tengah heatsink dan arah tekanan
heatsink juga berdampak pada meratanya bidang yang ditutupi
pada dasar heatsink ke permukaan processor/CPU.
Arkua
868S-7G detail

Tampak
detail bagian utuh heatsink. Pada sisi kiri adalah bagian
bawah heatsink dengan titik tengah tembaga akan menyentuh
kepala CPU. Sedangkan bagian kanan sebagai sisi atas dengan
setengah bagian dari tembaga tampak menembus keluar.
Sisi
kiri bagian bawah, dan sisi kanan bagian atas heatsink

Untuk
instalasi. Dicoba dengan urutan waktu kurang dari 15 detik.
Setelah meletakan heatsink, disusul oleh pengait dengan fan
yang cukup ditekan ke pengait pada bagian processor. Proses
selanjutnya setelah seluruh pengait terpasang dengan baik,
maka tuas penjepit diturunakan dan tekanan pada heatsink akan
menekan kebagian kepala CPU. Tahap terakhir ini, maka heatsink
sudah siap digunakan..
Pemasangan
pada Soyo P4I

Pemasangan
pada ABIT BD-7
