Coolaboratory Liquid MetalPad for VGA, 16 Des 06

| Specifications |
| |
INDIUM CAS-Nr.: 7440-74-6 EG-Nr.: 231-180-0
COPPER CAS-Nr.: 7440-50-8 EG-Nr.: 231-159-6
BISMUTH CAS-Nr.: 7440-69-9 EG-Nr.: 231-177-4 |
Kali ini kita membicarakan sebuah komponen
dari teknologi thermal tranfer baru untuk pendingin VGA. Coolaboratory
Liquid MetalPad adalah thermal pad dengan bentuk lempeng tipis.
Fungsi Coolaboratory Liquid MetalPad untuk melakukan tranfer panas
agar pendingin pada heatsink menjadi maksimal
Coolaboratory Liquid MetalPad memiliki
3 paket pad kecil sekali pakai. Karena bentuknya seperti lempengan
kertas, perangkat ini lebih mudah dipasangkan dan tidak akan berceceran
bila digunakan. Coolaboratory Liquid MetalPad menyertakan beberapa
perlengkapan seperti pembersih permukaan heatsink (jangan digunakan
bila anda tidak ingin heatsink anda tergores) dan tissue alkohol
untuk membersihkan permukaan heatsink dan chip. Pembersih sangat
diperlukan karena thermal paste dari Coolaboratory Liquid MetalPad
memerlukan bidang yang bersih dari debu atau kotoran yang menempel
pada heatsink termasuk lemak dari keringat tangan.

Coolaboratory Liquid MetalPad seperti
gambar dibawah ini memiliki ukuran kotak 2cm. Mirip seperti thermal
pad dalam bentuk tape, tetapi Coolaboratory Liquid MetalPad dibuat
dari bahan metal sehingga kontak antar bagian yang heatsink pendingin
dengan bagian chip yang panas dapat dihantarkan merata.
Prinsip kerja Coolaboratory Liquid
MetalPad sebenarnya mudah. Disebut sebagai matter to matter, artinya
gap antara 2 metal berbeda dapat memiliki luas kontak lebih besar
dengan permukaan thermal pad. Karena bahan metal tentu akan lebih
baik sebagai penghantar panas.

Umumnya heatsink pendingin mengunakan
jenis thermal pad cair seperti odol atau yang lebih cair lagi. Dengan
bentuk cair, maka thermal pad umumnya memiliki tingkat Viscosity
atau kekentalan dari kombinasi material cair dan padat. Mengunakan
thermal paste bentuk cair sebagai material penghantar panas, umumnya
beberapa memiliki kelemahan Misalnya, karena materi cair / kental
dan material padat menjadi penghambat setelah jangka waktu tertentu
misalnya mulai mengering, bergeser dan mengumpal.
Sebagai contoh saja, bila anda mengunakan
thermal paste standard yang berwarna putih, anda pasti bisa membayangkan
seberapa besar kemampuan kontak antara 2 material berbeda misalnya
heatsink dengan chip yang perlu didinginkan, dan harus dibatasi
oleh sebuah lapisan atau materi thermal paste cair. Kemampuan thermal
paste cair tersebut akan mengurangi perpindahan panas dari chip
ke heatsink, setidaknya akan menurunkan kemampuan tranfer panas
karena bahan yang digunakan bukan sejenis metal. berbeda dengan
bahan yang benar benar metal, maka tingkat pendingin menjadi maksimal.
Beberapa produsen sudah melakukan
perubahan dari bahan thermal paste dengan mencampurkan bahan lain
seperti silver, keramik, silicon dan lainnya. Tetapi bahan yang
dikandung dalam thermal paste cair tidak akan mendekati 100% untuk
membuat kontak antara 2 bahan berbeda. Karena tetap saja harus mengunakan
media bentuk cairan sebagai media perekat.
Dengan demikian kami bisa mengatakan,
thermal paste cair tidak membuat kontak antara 2 bahan metal bertemu
seluruhnya. Belum lagi masalah pemakaian jangka panjang, umumnya
thermal paste cair memiliki daya tahan dengan jangka waktu tertentu,
dan akan mengering serta menimbulkan gap udara.