Celeron L akan mengantikan tipe Celeron
D. Celeron 460 memiliki kecepatan 2.4Ghz dengan multiplier 12X200Mhz.
Untuk internal clock mengunakan 800Mhz. Procesor ini memiliki multiplier
dari 6 sampai 12 X sehingga dapat anda set antara kecepatan tertinggi
2.4Ghz atau 1.2Ghz.
Celeron L hanya memiliki single core dengan
L2 paling kecil yaitu 512KB. Celeron 460 memiliki keterbatasan dengan
fitur EIST. Procesor yang bekerja dengan multiplier 12X berkecepatan
FSB 200Mhz untuk mencepai kecepatan2.4Ghz.
Tanpa EIST artinya procesor , tidak secara
otomatis menurunkan speednya walaupun procesor dalam kondisi idle.
Padahal multipilier procesor dapat disetup dari 6-12X. Kami belum
mengetahui apakah fitur ini memang tidak ada pada Celeron 460, atau
masih kurang updatenya fitur BIOS untuk mainboard. Dibawah ini tampilan
BIOS yang menampilkan fitur procesor, untuk Celeron 460 tidak memiliki
option bagi EIST.
Dari data CPUz, multiplier Celeron 460 adalah
6 sampai 12. Celeron E460 dapat dirubah multiplier procesor pada BIOS,
sehingga pemakai dapat saja menghemat pemakaian power dengan menurunkan
speed procesor secara manual.