Antusias PC dan Teknologi
www.obengware.com

Gigabyte G-Power BL GH-PDU21-SC

19 Apr 05

 

Feature and spesification :

Spesifikasi
  - Heatsink Body Copper coating Ni, fin Aluminum
  - Dimensions 110 x 110 x 109mm
  - Heatsink Dimension 90 x 90 x 80mm
  - Bearing Ball Bearing
  - Weight 430g
  - Voltage 12V DC, 0.13A
  - Fan Speed 2000RPM / 1700 (low)
  - Noise Level 24.5dBA/2000RPM - 21.3 dBA/1700RPM
  - AirFlow Max 42.5CFM
  - Heatpipe 4 piece
  - Max CPU Intel P4 3.8Ghz, AMD FX/XP 4000+, K7 3200+

 

Box Gigabyte G-Power BL GH-PDU21-SC

 

Gigabyte G-Power BL GH-PDU21-SC adalah sebuah cooler untuk processor AMD dan Intel. Sebagai pendingin CPU, heastink ini memiliki batas sampai 3.8Ghz untuk Intel dan kecepatan 4000+ untuk AMD. G-Power BL GH-PDU21-SC mengandalkan kemampuan 4 heatpipe untuk mentranfer panas dari CPU dan di dinginkan pada bagian atas heatsink.

Heatsink Gigabyte G-Power BL GH-PDU21-SC

Pada gambar bawah adalah clip penjepit bagi G-Power BL GH-PDU21-SC. Untuk pemakaian processor jenis AMD, clip socket akan memberikan tekanan langsung pada bagian tengah dari heatsink. Sedangkan untuk Intel, clip dipasangkan sejajar untuk dikaitkan dari clip mainboard dan tekanan diberikan dari 2 titik di sisi heatsink. G-Power BL GH-PDU21-SC memberikan tambahan tahanan untuk mengurangi kecepatan fan dari 2000RPM menjadi 1700RPM agar suara bisin fan lebih rendah. Dari gambar kiri ke kanan adalah 2 clip untuk processor AMD dan thermal paste untuk processor. Plastik bujur sangkar dengan 2 clip adalah untuk penjepit processor jenis Intel dan bagian paling kanan adalah resistor untuk fan dengan 4 baut untuk kedudukan pengkait clip bagi mainboard.

Clip socket Gigabyte G-Power BL GH-PDU21-SC

 

Disain dari G-Power BL GH-PDU21-SC mirip seperti 3D Rocket. Heatsink 3D Rocket seri PCU-21 memiliki 2 fungsi pendingin, selain sebagai pendingin processor juga berfungsi sebagai pendingin komponen dari mainboard. G-Power BL GH-PDU21-SC memiliki prinsip kerja seperti jenis 3D Rocket, tetapi disain dari G-Power BL GH-PDU21-SC lebih efektif karena disain yang unik dengan mengarahkan udara dingin langsung dari bagian atas heatsink yang tidak banyak terkontaminasi panas komponen mainboard atau processor.

Keduanya mengunakan 4 heatpipe yang berfungsi sebagai penghantar panas dari procesor. Kekurangan pada 3D Rocket adalah putaran udara dari fan yang diambil dari bagian bawah heatsink akan digunakan kembali untuk pendingin fin heatsink. Dampaknya udara yang panas dari bagian bawah akan terkontaminasi udara disekitar processor sehingga ikut terbawa sebagai inlet udara. Dampaknya akan mengurangi kemampuan heatsink itu sendiri.

Tidak demikian dengan Gigabyte G-Power BL GH-PDU21-SC, untuk pendingin mengunakan fan lebih besar dengan ukuran 110mm. Udara yang diambil pada G-Power BL GH-PDU21-SC adalah udara yang lebih dingin di bagian atas heatsink. Sehingga tekanan udara dari fan ke heatsink lebih dingin untuk fin, sekaligus udara yang keluar dari heatsink akan membantu mendinginkan komponen dibagian bawah heatsink khususnya komponen pada mainboard.

Mengapa disain dari heatsink yang ada saat ini juga harus mengoptimalkan pendingin pada komponen mainboard selain berfungsi sebagai pendingin processor. Bisa dibayangkan kecepatan processor saat ini rata rata sudah berada pada kecepatan diatas 3GHz. Dengan kecepatan tersebut maka rata rata processor akan memiliki panas diatas 50 derajat celcius. Belum lagi panas yang ditimbulkan oleh VGA kelas High end yang terkadang memiliki panas lebih tinggi dari procesor pada sebuah computer.

Dampaknya sudah jelas, komponen pada mainboard menjadi rentan terhadap panas yang ditimbulkan oleh processor. Dengan mendinginkan processor lebih rendah dan memberikan udara lebih dingin kebagian mainboard, maka komponen mainboard akan dapat bertahan lebih lama. Setidaknya dengan peningkatan panas 10 derajat saja akan mengurangi separuh umur sebuah mainboard.

Belum lagi keinginan pemakai untuk mempertahankan pemakain heatsink dengan noise lebih rendah. Untuk memberikan perlindungan bagi processor dan komponen sebuah mainboard tanpa meningkatkan suara bising dari heatsink memang cukup sulit. Sehingga pembuat heatsink saat ini lebih banyak mendisain heatsink dengan ukuran fan lebih besar. Tujuannya adalah sebuah fan dapat memberikan air flow atau aliran udara lebih besar lagi, dengan sisi baik dari suara fan lebih rendah dibandingkan fan berukuran kecil

Pada gambar dibawah ini adalah bentuk G-Power BL GH-PDU21-SC dari bagian bawah, seluruh heatsink dilapis dengan Nickel. Alasan lain diperlukan pelapisan ini selain lebih bagus dilihat, juga melindungi perubahan bentuk warna tembaga yang lambat laun akan berubah menjadi lebih gelap seiring waktu pemakaian

Pada gambar dibawah adalah bentuk penampang G-Power BL GH-PDU21-SC. Pada dasar heatsink adalah bagian tembaga/copper yang menjepit 4 heatpipe dibagian dasar heatsink.

Panas dari processor dialirkan oleh 4 heatpipe langsung kebagian atas heatsink. Dan didinginkan fin atau sirip heatsink dengan bantuan fan.

Gigabyte G-Power BL GH-PDU21-SC mengunakan fin halus yang cukup banyak dan lebih rapat.

Untuk menampilkan sebuah heatsink, G-Power BL GH-PDU21-SC juga menambahkan 4 LED high density berwarna biru. Setidaknya heatsink ini cukup cocok digunakan bagi para modding PC

 

Fit with DPS2 Heatpipe circuit board .

G-Power BL GH-PDU21-SC dapat dikatakan sebagai sebuah heatsink berukuran medium. Karena pada besarnya hetasink ini sudah melewati ukuran standard dari kedudukan heatsink standard. Beruntungnya, walaupun heatsink G-Power BL GH-PDU21-SC berukuran medium, ternyata masih memiliki ruang untuk menempatkan sebuah Power Circuit board. Mainboard Gigabyte papan atas memiliki tambahan sebuah circuit board untuk power procesor. Circuit ini berfungsi sebagai pembagi power dari 4 phase menjadi 8 phase. Fungsinya adalah memberikan output power ke procesor lebih stabil. Sayangnya letaknya disisi belakang mainboard sangat dekat dengan heatsink. Untuk G-Power BL GH-PDU21-SC, heatsink ini masih menempatkan sedikit ruang agar pemakai mainboard high end Gigabyte dapat tetap memasangkan DPS board.

 

Pengujian Heatsink

Standar pengujian

  • Open case
  • Power : Antec Neo
  • Mainboard : Gigabyte GA-GPENXP Duo, DPS Installed
  • Memory : Corsair TwinX XL Pro PC3200 1GB Pair
  • CPU : Intel P4 3Ghz 530 Prescott
  • CPU Hypertreading : On (Enable)
  • VGA : Gigabyte X800 PCIe
  • Software : WinXP SP1, 3Dmark Battle Proxycon loop, WinAMP, Prime 95
  • Thermal Grease : Articsilver Ceramique
  • Ambient :31 Deg.C
  • Sensor : Digital Thermometer via Thermocouple

CPU
P4 Prescott 530
Core
90nm
Vcore normal
Default (1.375v)
Vcore overclock
Default (1.375v)
Speed/bus normal
3Ghz (200Mhz x 15)
Speed/bus overclock
3.45Ghz (230Mhz X 15)

Pada test juga ditambahkan sebagai perbandingan dengan Heatsink Gigabyte Rocket PCU22-SE. Kemampuan Gigabyte G-Power rupanya jauh melampau kemampuan 3D Rocket. Perbandingan kedua heatsink mencapai perbedaan panas hampir 10 deg.C.

Test Bed P4 3Ghz @ 3.45Ghz - Fan speed 2000RP

 

Graphic Temp

 

Result


Gigabyte G-Power BL GH-PDU21-SC memiliki prinsip kerja seperti 3D Rocket. Tetapi kemampuan G-Power BL GH-PDU21-SC jauh lebih efektif. Dengan fan ukuran 110mm dengan kekuatan 0.13A, suara dari fan juga tidak banyak menganggu. Tranfer panas dari Heatpipe sangat efektif mempertahankan panas processor pada kisaran 50 deg.C. Dengan Digital thermometer, sensor ditempatkan langsung bagian paling dekat dengan kepala procesor. Ternyata performa G-Power BL GH-PDU21-SC hanya beranjak dari posisi 10 deg.C dari posisi idle ke posisi load.

Nilai tambah untuk G-Power BL GH-PDU21-SC adalah bentuknya yang tidak terlalu besar. Pemakai board high end dengan DPS dari Gigabyte masih dapat memasangkan unit DPS. Ukuran G-Power BL GH-PDU21-SC begitu fit pada mainboard. Dan berat heatsink ini cukup ringan dengan berat dibawah 0.5Kg

 

Suitable for Hot processor