| Antusias PC dan Teknologi |
www.obengware.com
|
|
|
|
|
|
Gigabyte Neon Cooler 775 Pro - ED521-MF11 Mar 05Feature and spesification :
Box Gigabyte Neon Cooler 775 Pro ED521-MF
Neon Cooler 775 Pro adalah sebuah heatsink bagi Intel Pentium 4 dengan socket LGA 775. Heatsink ini dilengkapi dengan manual control fan sebagai pengatur kecepatan maksimum pada fan. Karena mengunakan 4 pin socket power, Heatsink ini juga dapat diatur oleh BIOS dengan mematikan fungsi fan controller dan kecepatan fan diatur langsung oleh BIOS. Heatsink Gigabyte Neon Cooler 775 Pro ED521-MF Neon Cooler 775 Pro mirip seperti Intel stock heatsink, dengan flip penjepit langsun ke mainboard. Heatsink ini ditujukan bagi pemakaian permanen pada sebuah mainboard. Pada gambar bawah dari bagian kiri adalah heatsink berikut fan mengunakan ukuran diameter hampir 108mm. Pada bagian kanan adalah sebuah potensio untuk mengatur kecepatan putaran fan serta berfungsi untuk mematikan control power agar dapat langsung diatur dari BIOS Package Gigabyte Neon Cooler 775 Pro ED521-MF
Sebagai perbandingan, Neon Cooler 775 Pro memiliki ukuran lebih besar dari heatsink standard Intel. Termasuk dimensi fan yang lebih besar dan body heatsink lebih tinggi.
Untuk lebih jelasnya pada beberapa gambar dibawah ini dapat dilihat ukuran dari bentuk heatsink Neon Cooler 775 Pro dibandingkan dengan Intel stock fan. Bentuk heatsink dari Neon Cooler 775 Pro sedikit lebih melebar, dengan inti yang menempel dibagian core CPU tidak berbeda. Kedua fan ini mengunakan flip yang sama dimana heatsink penjepit heatsink nantinya dimasukan kedalam slot kedudukan pada mainboard Tetapi untuk bentuk atau dimensinya, Neon Cooler 775 Pro memiliki ukuran lebih tinggi sekitar 50% lebih besar dibandingkan standard Intel stock heatsink. Kedua untuk Inti core atau tembaga pada bagian tengah heatsink dibuat lebih tebal. compare Gigabyte Neon Cooler (left) & Intel stock heatsink(right)
Tipe Neon Cooler 775 Pro memiliki tambahan dengan penempatan 4 lampu LED berwarna biru. Dengan penampilan 4 buath LED yang disisipkan dibagian bawah fan akan memperindah penampilan heatasink serta menarik digunakan bagi para modding PC. Fan dari Neon Cooler 775 Pro mengunakan kekuatan 0.38A. Ketika fan bekerja penuh dengan diatas kecepatan 3.000RPM maka tingkat suara bising dari fan akan sama seperti Intel stock heatsink yang mengunakan power 0.42A. Fan, Neon Cooler 775 Pro include 4 High Density LED (blue)
Working Principle Neon Cooler 775 Pro . Ada 2 cara pengaturan kecepatan fan dari Neon Cooler 775 Pro.Neon Cooler 775 Pro mengunakan 4 pin socket power yang dihubungkan ke socket power fan mainboard. Processor jenis Prescott memiliki temperature idle antara 40-45 deg.C. Sedangkan titik panas yang dijinkan berkisar antara 60-65 Deg.C. Umumnya mainboard untuk Pentium 4 Prescott sudah menempatkan sistem Smart BIOS. Ketika tingkat panas processor tercapai pada suhu tertentu, maka BIOS akan mengirim power kepada fan untuk berputur lebih cepat untuk mendinginkan processor. Bila mainboard anda memiliki pengaturan Smart Fan maka power fan diatur dari BIOS sesuai kondisi temperature processor. Ketika computer pertama kali dihidupkan atau power state on, maka fan akan lansung bekerja sesaat pada putaran penuh. Setelah beberapa detik fan akan kembali pada putaran rendah dari power yang diberikan oleh BIOS pada kecepatan 2100RPM Set On pada PWM adalah mematikan fungsi control potensio bagi fan. Dan kecepatan fan diambil alih dari power output yang diberikan BIOS. Bila PWM diset Off , artinya kecepatan maksimum fan langsung diatur pada potensio. Potensi atau fan control mengatur tingkat batas kecepatan putaran fan secara permanen. Misalnya fan diatur pada tingkat 2000RPM, maka ketika komputer mulai bekerja, fan akan langsung berada pada kecepatan putaran 2000RPM Pemakaian setting PWM Off , user yang mengatur apakah kecepatan putaran fan memiliki kecepatan rendah untuk menghasilkan tingkat silent atau diset maksimum speed dengan kecepatan diatas 3.000RPM. Pada setting Off diartiken kecepatan fan diambil alih pada potensio fan control, dan BIOS tidak mengatur sama sekali walaupun kondisi CPU mengalami overheating. Pada contoh dibawah ini adalah kondisi set On PWM. Processor sengaja dibiarkan mengalami overheating dengan memberikan Vcore pada 1.5V. Dengan kondisi full load processor maka panas processor akan mencapai lebih dari 56deg.C. Ketika kondisi Idle fan hanya bekerja pada putaran rendah antara 2000-2200RPM. Ketika panas pencapai 56Deg.C maka putaran fan otomatis akan berusaha menurunkan panas processor agar menempatkan suhu pada 56.Deg.C. Pada gambar terlihat ketika processor sedang full load dan meningkatnya panas pada processor, maka fan akan bekerja turun naik sesuai perintah BIOS yang memberikan power bagi fan. Set On PWM, dynamic speed fan control by BIOS
Standar pengujian
Test Bed P4 3Ghz @ 3.45Ghz - Fan speed 3500RPM
Graphic Temp - Low , Medium, High speed fan
|
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||